kapan usia yang tepat mengajak anak berpuasa
Asuransi

Mulai Usia Berapa Anak Bisa Diajarkan Puasa?

Kegiatan berpuasa sebulan penuh saat Ramdahan merupakan kewajiban bagi umat muslim yang sudah cukup umur, atau dalam islam menyebutnya dengan ‘akil balig’. Cukup umur ini bisa disebut seperti laki-laki yang sudah mimpi basah, sedangkan perempuan sudah menstruasi. Namun, jika anak yang belum mengalami hal tersebut, konteksnya adalah menerapkan belajar puasa, dan belum bisa untuk mewajibkan. Lalu kapan usia yang tepat untuk mengajak anak berpuasa?

Jika bicara tentang kontek mengajak anak belajar puasa, sebenarnya tidak ada usia yang pasti. Semua itu tergantung dari cara orangtua masing-masing untuk bisa mengajarkan arti puasa yang sebenarnya ketika anak sudah dewasa nanti. Akan tetapi, ada banyak orang yang mulai mengajarkan anak berpuasa sejak umur tiga, empat atau lima tahun, dan hanya belajar, sehingga tidak harus sesuai dengan ketentuan puasa yang sebenarnya.

Belajar Setengah Hari Puasa

Misalnya seperti mencoba untuk bisa bertahan satu atau dua jam di hari pertama, lalu di hari selanjutnya bisa bertambah atau naik menjadi sampai waktu zuhur, ashar, dan baru jika sudah mulai terbiasa bisa sampai magrib. Meski masih dalam konteks belajar, orangtua juga tidak harus menuntut anak jika memang tidak kuat untuk berpuasa satu hari penuh.

Maka dari itu, usahakan orangtua menciptakan suasana menyenangkan, seperti sambil melakukan kegiatan asyik layaknya bermain seperti biasa. Namun, sebelum Anda menyuruh anak belajar berpuasa, pastikan Anda juga ikut berpuasa sebagai contoh yang baik untuk anak.

Baca Juga: Cegah Mabuk Perjalanan Saat Mudik Dengan 7 Cara ini

Beri Imbalan

Hal lainnya agar anak bisa merasakan suasana berpuasa yang menyenangkan ialah coba mewujudkan aneka menu berbuka yang diinginkan dan disukai sang anak. Hal tersebut juga bisa dijadikan sebagai imbalan untuk niat belajar puasa dari sang anak, selain memberi uang atau hadiah lainnya yang berupa materi.

Sebab, hal yang berbau materi itu sifatnya bisa meningkat. Seperti contohnya jika orangtua memberikan uang sebesar Rp. 10 ribu untuk imbalan diawal-awal puasa, karena mereka memang akan senang dengan hal itu, namun perlu diketahui, anak bisa saja akan meminta imbalan yang nominalnya lebih besar untuk di hari-hari selanjutnya.

Memberikan imbalan berupa uang atau materi lainnya, sebenarnya juga tidak salah, namun harus diimbangi dengan penjelasan yang logis, sehingga anak tidak salah mengartikan niat puasa yang sebenarnya, yakni mendapat pahala dari Allah SWT.

Dari cara memberi imbalan mungkin menjadi salah cara orangtua mengajarkan berpuasa kepada anak agar bisa semangat menjalaninya. Jadi kembali dari cara orangtua masing-masing. Hmm kira-kira, hadiah apa ya, yang cocok untuk anak kalian kelak tanpa mengurangi arti penting dari puasa itu sendiri?

Nah, untuk para orangtua yang ingin mengajarkan anak berpuasa tanpa mengurangi arti penting berpuasa menurut agama, berikut cara asyik yang bisa Anda baca dan diterapkan di link berikut ini:

https://www.cekaja.com/info/cara-mudah-mengajak-anak-berpuasa-pertama-kali/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *