hal yang harus dihindari saat membeli produk asuransi jiwa
Asuransi Jiwa

Kesalahan Saat Beli Asuransi Jiwa yang Wajib Dihindari

Apakah Anda sudah memilih asuransi jiwa yang tepat? Saat ini, memang sudah banyak lembaga asuransi kesehatan hingga asuransi jiwa yang memberikan penawaran terbaik. Meski begitu, Anda tetap tidak boleh asal dalam memilih sembarang asuransi. Sebab, seringkali orang suka asal dalam memilih perlindungan untuknya, sehingga bisa menyebabkan penyesalan di akhir. Nah, apa saja kesalahan yang sering dilakukan saat membeli asuransi dan hal apa saja yang wajib dihindari?

1. Tidak Mengetahui Kebutuhan Uang Pertanggungan

Hal yang satu ini adalah yang paling umum ditemui. Orang yang mau beli asuransi untuk jiwa, tapi tak tahu berapa uang pertanggungan yang kira-kira akan dibutuhkan. Banyak orang yang sekedar beli asuransi untuk jiwa saja tanpa menghitung seberapa kebutuhannya di masa depan lebih dulu.

Apa hasilnya? Ketika uang pertanggungan cair, hasilnya tidak memadai untuk menutup kebutuhan finansial keluarga. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda menghitung terlebih dulu seberapa besaran uang pertanggungan yang diperlukan. Tak apa bayar premi lebih tinggi, asal bisa sesuai dan menutup kebutuhan keluarga Anda nantinya.

Bagaimana cara menghitungnya? Sebagai contoh, bila pendapatan Anda adalah 10 juta per bulan dan tanggungan Anda baru bisa mandiri 20 tahun lagi, bila menurut asumsi risk rate yang 5,2 persen, maka kebutuhannya adalah 10 juta dikali 12 bulan dikali (110 persen+5,2 persen). Angka 110 persen tersebut adalah perkiraan inflasi masa depan.

Hasilnya, dikalikan lagi 20 tahun. 1,42 miliar rupiah adalah hasil akhirnya. Inilah perkiraan nilai pertanggungan yang Anda butuhkan. Nah, setelah mengetahui berapa nilai pertanggungan yang dibutuhkan, tinggal cari saja produk asuransi untuk jiwa yang memiliki nilai pertanggungan sebesar yang dibutuhkan.

Baca Juga: Perbandingan Asuransi Jiwa

2. Menganggap Asuransi adalah Investasi

Tak jarang ada orang yang menganggap bahwa asuransi adalah investasi. Terlebih yang memilih asuransi untuk jiwa tipe unit link. Meski bisa diasuransikan dan Anda bisa dapat dana balik nantinya, namun sesungguhnya asuransi bukanlah sebuah investasi. Asuransi adalah skema peralihan risiko pada pihak ketiga yakni perusahaan asuransi.

Nantinya, bila terjadi sesuatu yang ada dalam pertanggungan, pihak perusahaan asuransi akan membayarkan kompensasi pada Anda. Namun, untuk mendapatkan si tertanggung harus membayar premi lebih dulu. Tujuan akhirnya adalah untuk meringankan beban Anda, bukan untuk mendapatkan keuntungan.

3. Salah dalam Menetapkan Tertanggung di Polis

Dalam asuransi, tertanggung adalah orang yang ditanggung risiko jiwanya oleh perusahaan. Jadi, bila si tertanggung meninggal dunia, maka perusahaan akan membayarkan dana kompensasi pada ahli waris yang ditunjuk. Siapa yang idealnya menjadi pihak tertanggung dalam keluarga?

Bila dilihat dari tujuannya untuk memanajemen risiko, maka orang paling tepat adalah mereka yang jadi sumber penghasilan keluarga, yakni suami. Tapi, bagaimana bila istri dan suami sama-sama bekerja? Kalau begini, yang dijadikan pihak tertanggung baiknya adalah dia yang memiliki penghasilan paling besar saja.

4. Asal Memilih Asuransi Pendukung

Biasanya, ketika Anda membeli asuransi untuk jiwa, agen akan menawarkan beberapa asuransi pelengkap untuk menambah perlindungan yang bisa diberikan. Namun, bila Anda mengikutinya, ada baiknya jangan asal ambil. Timbang dengan baik tambahan asuransi apa yang Anda butuhkan. Kalau tidak, Anda sendiri nanti yang akan susah.

Bila Anda ingin mengambil asuransi tambahan untuk asuransi khusus jiwa, tak ada salahnya Anda mengambil tambahan waiver of premium yang bertujuan untuk mengantisipasi risiko tidak mampu bayar premi rutin. Hal ini bisa dimanfaatkan bilamana Anda mengalami hal buruk seperti kecelakaan dan tak bisa membayar premi asuransi lagi.

Itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam membeli asuransi untuk jiwa. Saat ini, sudah banyak lembaga asuransi jiwa yang bisa Anda pilih. Kalau masih bingung menentukan mana yang lembaga yang terbaik, cek saja di https://www.cekaja.com/asuransi-jiwa. Anda bisa membandingkan banyak penyedia asuransi yang tentunya bisa memberi manfaat terbaik untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *