Uncategorized

Bagaimana Jadinya Bila Mudik Lebaran di Berlakukan Ganjil-Genap?

Pada bulan April silam, pejabat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) disertai oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) suatu wacana yang cukup mengejutkan. Kedua instansi tersebut menyebutkan bahwa sistem ganjil-genap plat nomor kendaraan akan diberlakukan pada musim mudik lebaran tahun ini, yang diprediksi akan membantu dalam mengurangi kemacetan arus mudik.

Kabag Ops Koordinator Lalu Lintas Polri Kombes Benyamin, turut menuturkan bahwa pemberlakuan ganjil-genap akan diterapkan di ruas tol Jakarta-Cikampek, yang selama ini memang tergolong cukup tergolong angker dalam hal kemacetan bagi para pengendara mobil yang hendak meninggalkan ibu kota.

Dengan memberlakukan ganjil-genap, pihak kepolisian yakin bahwa kemacetan akan berkurang, khususnya di pintu tol Cikampek hingga Bekasi. Tetapi, tentu saja wacana ini masih dalam tahap pembahasan lebih jauh. Namun, terdapat dua kebijakan yang sudah pasti akan dilakukan pada musim musik kali ini, yaitu sistem one way dan contra flow, yang akan diterapkan di tol Jakarta-Cikampek.

Selain itu, Petugas Dinas Perhubungan juga akan mencoba untuk mengalihkan kendaraan-kendaraan pribadi yang terjebak macet di jalan tol untuk keluar ke jalan biasa, hingga kondisi jalan kembali stabil.

Jika kamu merupakan salah satu yang berencana untuk melakukan mudik menggunakan kendaraan pribadi tahun ini, maka ada baiknya bila perhatikan prediksi puncak arus mudik agar tidak terjebak dalam kemacetan yang melelahkan.

Kepada Badan Penelitian Pengembangan Perhubungan (Kemnhub), Sugihardjo, mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi pada puncak arus mudik.

Arus mudik lebaran tahun 2019 ini diperkirakan akan mencapai tingkat kepadatan tertinggi yaitu pada tanggal 31 Mei 2019, alias H-5 sebelum lebaran dengan waktu keberangkatan yang diperkirakan terjadi pada pukul 06.00 – 08.00 WIB.

Namun, apabila pemerintah justru menetapkan 31 Mei sebagai hari cuti bersama, maka ada kemungkinan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 29 – 30 Mei. Hal tersebut dikarenakan, bertepatan pada tanggal 30 Mei merupakan hari libur kenaikan Isa Almasih dan apabila 31 Mei ditetapkan sebagai hari cuti bersama, maka ada kemungkinan pergeseran puncak arus mudik.

Gimana menurut kamu mengenai peraturan ganjil-genap ini? Apakah kira-kira akan berhasil dalam menangani kemacetan arus mudik? Bukan hanya mempersiapkan moda transportasi saja, menghadapi mudik juga diperlukannya persiapan matang perihal keamanan dan keselamatan, seperti mulai mengajukan asuransi perjalanan.

Dengan asuransi perjalanan, perjalanan mudikmu akan terasa lebih aman dan terjamin. Yuk kunjungi CekAja.com untuk melakukan perbandingan sekaligus mengajukan asuransi terbaik, yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi https://www.cekaja.com/asuransi-perjalanan/ 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *